Mengabdi Untuk Masa Depan Anak Yatim & Fakir Miskin

PEDULI ANAK YATIM DAN FAKIR MISKIN

PEDULI ANAK YATIM DAN FAKIR MISKIN

Realitas sosial di sekitar kita ada sebagian dari anak-anakĀ  yang hidup dalam kesulitan, ada yang menjadi yatim, menjadi piatu, dan bahkan menjadi yatim-piatu, ada yang diterlantarkan orang tuanya, dan ada yang menjadi korban kekerasan social. Berbagai macam status social anak-anak tersebut terjadi seringkali menimpa pada keluarga mereka yang tergolong ekonomi tidak mampu, bahkan tidak jarang juga terjadi dari keluarga berekonomi mampu. Diantara mereka, sebagian kecil atau sebagian besar hidupnya kadang tidak jelas, dan juga mengalami penderitaan karena kurang dan justru tidak mendapatkan perhatian, baik oleh orang tuanya sendiri maupun masyarakat. Padahal mereka mempunyai hak dan perlakuan yang semestinya sama dengan anak-anak lainnya. yang sama. Ada orang tua yang saling berebut anak setelah cerai. Jalur hukum dan biaya besar dibelanjakan untuk mengejar ambisi pribadi dengan korban anak-anaknya. Egoisme individu telah mengambil hak-hak mereka dengan cara yang kejam dan bathil. Sekali lagi, anak sering kali menjadi obyek penderita yang diabaikan hak dan kasih sayangnya.

Anak yatim adalah fenomena sosial yang nyata di depan mata kita. Sebagian dari mereka ada yang beruntung karena mendapatkan tempat yang layak sehingga dapat menikmati kasih sayang dan kebutuhan materi secara cukup. Sebagian yang lain dari mereka hidup dalam keadaan sulit, dieksploitasi orang yang tidak bertanggung jawab, meminta-minta di jalanan untuk memenuhi kebutuhan hidup, terjerumus di lembah nista, dan menjadi gelandangan tanpa harapan masa depan. Adakah kita menyadarinya, bahwa fenomena ini adalah nyata? Adakah kita telah tergerak hati untuk meringankan beban mereka dengan kemampuan kita?

Kalau kita membuka perintah Allah SWT dalam kitab suci akan mengatahui bahwa umat Islam telah diwajibkan peduli dengan anak yatim dan fakir miskin. Bahwa pengakuan kita sebagau pemeluk Agama Allah ta’ala yang kaffah dipertanyakan lagi apabila tidak memiliki kepedulian terhadap anak yatim dan fakir miskin. Inilah ayat tersebut :

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. (QS Al Maa’uun :107,1-3).

Kalau ditelaah lebih mendalam, firman Allah di atas memberikan sinyalemen bahwa cap pendusta bagi orang yang mengaku ber-Islam sedangkan perilakunya tidak sesuai dengan perintah Allah. Pantasnya mereka disebut pendusta, pembohong besar apabila mengaku sebagai umat Islam padahal dia tidak peduli dengan anak yatim. Betapa banyak anakanak yatim yang terlantar di sekitarnya, ternyata dia hanya sibuk dengan urusan sendiri, sibuk dengan kepentingan golongannya, sibuk mendapatkan jabatan dan kekuasaan. Rasanya kita tidak perlu tunjuk hidung orang lain. Yang diperlukan adalah tindakan nyata bahwa kita peduli dengan anak yatim, kita membantu orang miskin. Sudahkah itu kita lakukan dengan tangan kita sendiri. Sekarang waktunya dan j angan tunda lagi HL

Rasulullah Muhammad SAW, juga menempatkan kedudukan orang-orang yang peduli dengan anak yatim dengan perumpamaan sederhana, sebagaimana diriwayatkan dalam hadist Bukhari. “Aku dan pengasuh anak yatim (kelak) di surga seperti duajari ini. (HR. Bukhari)”. Dalam rilvayat Abu Daud dan Ahmad, “Rasulullah sambil menunjukjari telunjuk dan jari tengah”. Apa yang dimaksud Rasul dengan menunjuk dua jari yang berhimpitan ini? Tentu saja, Rasul ingin mengajarkan kepada kita betapa tingginya dan dekatnya kedudukan antara Rasul dan orang yang peduli anak yatim. Kalau rasulullah pasti mendapat jarninan surga Allah t’ala, apakah mereka juga mendapatkan tempat itu?.

Yang pasti Surga adalah tempat yang tinggi dan terbaik dan menjadi harapan kita semua, kalau kita yakin dengan kedatangan Rasul, pasti menbenarkan juga ncapan dan ajarannya. Bahwa Rasulullah menyebut pengasuh anak yatim kelak di surga sangat dekat, maka dapat pula disarikan bahwa pengasuh anak yatim mendapat jaminan surga dari Rasul. Bukankan kita semua juga indin mendapatkan surga Allah? Ternyata tidak sulit, mari kita peduli dengan anak yatim.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.